Bahasa Cinta Anak

Kira-kira menurut anda mana yang lebih penting ?? Menjadi orang tua yang merasa mencintai anaknya, atau menjadi anak yang merasa dicintai orang tuanya ??

Tidak sedikit orang tua yang telah merasa menyayangi anaknya bahkan mengikuti setiap apa yang diinginkannya. Selalu merasa telah memperhatikan. Selalu merasa menjadi pahlawan. Namun sayang, bagai bertepuk sebelah tangan, para orang tuapun berkata “Entah mengapa anak-anak masih juga tidak mengerti”.

Mungkin kita pernah mengalaminya. Meski tak merasa menjadi orang tua yang baik, namun setiap ibu tentu berusaha menjadi yang terbaik bagi anaknya. Berusaha memenuhi setiap apa yang menjadi permintaan anak sesuai kapasitasnya, walau tidak memenuhi harapan mereka yang sesungguhnya. Disinilah awal munculnya komunikasi yang gak nyambung, karena tak memahami sinyal-sinyal kebutuhan anak.
Sebenarnya, anak memiliki cara tersendiri untuk mengekspresikan bahasa cintanya. Kalau dimaknai secara harfiah, bahasa cinta seorang anak berarti sebuah cara berkomunikasi dengan anak agar ia merasa benar-benar dicintai oleh orang tuanya.

Ada 5 bahasa cinta yang dimiliki mereka. Biasanya setiap anak mempunyai bahasa cinta yang dominan, sedangkan yang lain hanya pendukung saja.9
1. Sentuhan fisik
Sentuhan fisik adalah segala aktfitas yang berhubungan dengan fisik, memeluk, mecium, mengendong, mengusap/mengelus, dan lain – lain yang merupakan ekspresi kasih sayang dan membuat anak merasa nyaman. Boleh jadi ini adalah aktivitas yang mudah, namun seiring dengan bertambahnya usia dan kesibukan orang tua, terkadang sentuhan fisik akan menjadi hal yang sangat dirindukan.
2. Kata-kata pendukung, berupa kata-kata positif yang mendukung anak.
Kunci pokok bersama anak adalah memberikan perhatian, pujian, maupun berkomunikasi langsung bersama mereka dalam suasana gembira. Mendengarkan dengan serius apa yang mereka katakan, ikut tertawa ketika mereka menertawakan sesuatu, dan tataplah bola matanya ketika berbicara.
3. Waktu Berkualitas
Yaitu melakukan aktivitas bersama anak tanpa ada orang lain. Tidak ada patokan waktu berkualitas yang harus diberikan. Bisa jadi 10 menit akan lebih efektif dari pada sepanjang hari bersama.
4. Hadiah
Yaitu dengan memberikan hadiah kesukaan anak. Hadiah berupa barang bisa diberikan kepada anak dengan prinsip tidak membuat anak ketagihan. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan hadiah. Pertama, nilainya bukan barangnya. Sebatang pensil yang menarik, walau harganya tak seberapa akan memacu semangat belajar anak jika diberikan dengan cara yang pas. Kedua barang yang memang dibutuhkan anak.
5. Layanan
Melayani kebutuhan anak yang penting baginya. Misalnya dengan memberikan makanan yang halal dan baik, pakaian yang baik, dan lain-lainnya.
Orang tua memang sebaiknya memahami bentuk-bentuk perhatian yang dominan disukai anak. Misalnya kalau ada anak yang tidak suka dipuji setelah melakukan sesuatu yang amazing, ya puji seperlunya saja. Pujian yang berlebihan hanya akan membuat anak merasa tidak nyaman.

Jadi, Kalau bisa memahami bahasa cinta anak kita, dengan mudah kita bisa berkomunikasi sesuai bahasa cinta tersebut. Anak akan merasa dicintai, dan ini akan meningkatkan harga diri dan rasa percaya diri anak. Anak memang misteri, namun demikian orang tuanyalah yang paling mengerti. Kalau ada orang tua yang tidak mengerti anaknya sendiri, hati-hati ya….jangan salahkan anak kalau mereka kemudian memutuskan mencari figur yang lain.
Yuk, kita cari tahu sinyal dominan anak-anak kita. Agar anak kita tak merasa asing dengan kita, orang tuanya…!!!
( Ar-rissalah )

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s